IBI Kosgoro 57 danHIPMIKINDO     Entrepreneur Center yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan MOU Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO) dilanjutkan kegiatan workshop Literasi Perbankan oleh OJK dan pembiayaan BNI Syariah untuk UMKM serta Bazar UMKM yang menawarkan aneka produk makanan serta minuman, kuliner dan fashion.

Selain dihadiri oleh pelaku UMKM HIPMIKINDO JABODETABEK juga dihadiri oleh pendamping UMKM HIPMIKINDO yang telah kompeten dan sudah memiliki sertifikat pendamping UMKM dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),
HIPMIKINDO menelurkan banyak Pendamping UMKM dari Lembaga Diklat Profesinya sendiri serta dari LSP mitra Hipmikindo.

Rektor IBI Kosgoro 57 (IBK 57) M.Si Dr. Haswan Yunaz, MM, memberikan sambutan dalam membuka acara “saya sangat gembira dapat bersinerji dengan HIPMIKINDO dengan mendirikan IBI Kosgoro 57-HIPMIKINDO Entrepreneur Center, diharapkan mampu membimbing dan melahirkan wirausaha baru.
Saat ini kami juga baru meresmikan coffee shop dengan pelayanan berbasis digital.

Peresmian acara tersebut dihadiri oleh Agung Laksono selaku pembina Yayasan, coffe shop tersebut operasionalnya melibatkan mahasiswa, ini adalah salah satu tujuan IBK 57 yaitu mengembangkan, menerapkan serta menyebarluaskan ilmu sistem informasi berbasiskan teknologi informasi serta komunikasi kompetitif, siap untuk kerja dan berjiwa entrepreneur.
Dengan berkolaburasi dengan HIPMIKINDO kami ingin memberikan kontribusi dan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk menjadi UMKM yang unggul. Disamping itu Entrepreneur Center mampu melahirkan wirausaha yang kompeten yang mengikuti uji sertifikasi sebagai UMKM kompeten dan penyelia halal”

Dalam sambutan Ketua Umum HIPMIKINDO Syahnan Phalipi mengatakan “HIPMIKINDO akan membantu pemerintah untuk meningkatkan ekspor yang tahun 2018-2019 mengalami penurunan, komitmen Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengharapkan akan mendongkrak ekspor UMKM ke angka 30% pada tahun 2024, dengan bersinerji bersama HIPMIKINDO, dan KEMENKOP melakukan pendampingan kepada UMKM yang memang menjadi amanat TUPOKSI HIPMIKINDO yaitu memberikan fasilitasi, edukasi, advokasi, konsultasi dan pendampingan berkesinambungan karena tanpa bersinerji, berkerjasama serta berkolaborasi antar pemangku kepentingan relatif akan sulit tercapai peningkatan kinerja ekspor apalagi yang berdampak langsung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi maupun sumbangan kepada PDB yang menjadi salah satu program kerja Presiden RI yaitu pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja dan SDM unggul.

Pendirian Entrepreneur Center IBI Kosgoro 57 – HIPMIKONDO adalah secara mandiri dengan harapan akan melahirkan entrepreneur mahasiswa, pemuda, pemula, perempuan serta menaikkan kelas, daya saing serta kualitas produk dan jasa para pelaku UMKM secara berkelanjutan.

Sebagai otoritas jasa keuangan dan perbankan, OJK juga bekerjasama dengan HIPMIKINDO melakukan literasi keuangan dan perbankan yang sangat bermanfaan bagi para pelaku UMKM supaya lebih berhati-hati dalam memilih, bertransaksi maupun memakai/menggunakan produk Lembaga keuangan dan perbankan.

Syahnan Phalipi Ketum DPP HIPMIKINDO yang juga Ketua DEKOPIN Jakarta serta Dirut Lembaga Diklat Profesi Fokus Bisnis Indonesia yang bekerjasama dengan DPP HIPMIKINDO menghimbau kepada stake holders UMKM untuk selalu berupaya melakukan sinergi di berbagai aspek agar pertumbuhan ekonomi berdampak lebih maksimal kepada rakyat banyak.

Acara ini dihadiri beberapa Rektor perguruan tinggi, seperti Rektor Universitas Sahid, rektor IBI K 57, Bank Indonesia, Badan POM. “Pendamping UKM HIPIKINDO yang sudah melalui uji kompetensi BNSP yang kemudian praktek di Entrepreneur Center yang didirikan HIPMIKINDO bersinerji dengan perguruan tinggi dan Kementerian Koperasi dan UKM, Menteri Koperasi memberikan support dan dukungan sangat positif atas pendirian Entrepreneur Center dengan mengirim Eselon satu Deputi Kelembagaan Rully Nuryanto, SE, MSI. mewakili Menteri yang diminta untuk meresmikan dan potong tumpeng Entrepreneur Center” kata Jurika selaku Ketua Panitia yang juga menjabat Ketua Lembaga Pemberdayaan Perempuan DPP HIPMIKINDO,

Jurika juga menjabat sebagai Diretur LSP Fokus Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indosia (Fokus KUKMA) milik HIPMIKINDO menambahkan “kami akan bersinerji dengan Bank Indonesia, untuk memberikan TOT si APIK dan BP POM untuk TOT Fasilitator Nasional yang akan diberikan kepada Pendamping UMKM agar mereka bisa implementasikan di Entrepreneur Center untuk UMKM binaan HIPMIKINDO”.

DPP HIPMIKINDO juga melakukan MOU dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) karena BPJPH merupakan amanat dari UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. BPJPH saat ini telah terbentuk dan masuk dalam struktur Kementerian Agama berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No 42 Tahun 2016 tentang Organisasi Tata Kerja (Ortaker) Kemenag. Struktur BPJPH terdiri atas Sekretariat dan tiga pusat, yaitu Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal, Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal, dan Pusat Kerjasama dan Standardisasi Halal.

Dalam kesempatan ini Prof. Ir. Sukoso, MSc., PhD saat ini menjabat kepala BPJPH yang juga selaku Guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) menyampaikan paparannya, “Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi sebagai pelaksana yang ditunjuk pemerintah bertujuan untuk membangun competitiveness produk Indonesia dalam perdagangan global dengan mengacu pada Undang-Undang No.33/2014 tentang Jaminan Produk Halal”.

BNI 46 Syariah juga berkesempatan menyampaikan literasi pembiayaan Syariah dan sedang mempersiapkan MOU dengan HIPMIKINDO, dalam sesi tanya jawab Kepala Divisi Pembiayan Mikro BNI 46 Syariah Jon Sujani Pasaribu menyatakan “Kami akan konsentrasi penuh dan bersinerji bersama Himikindo dalam peningkatan pembiayaan komunitas UMKM di lingkungan HIPMIINDO seluruh Indonesia”.

Beberapa peserta UMKM yang sempat diwawancarai mengatakan bahwa mereka puas mengikuti workshop karena mendapat pengetahuan, “sebagian peserta tidak banyak mengetahui tentang hak serta kewajiban nasabah perbankan, dan peserta baru tahu ada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mempunyai tugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan, diharapkan OJK lebih banyak memberikan edukasi dan literasi untuk UMKM, karena banyaknya kredit bermasalah UMKM yang terkait dengan kredit modal kerja” kata Hari salah satu pendamping UMKM yang telah lulus sertifikasi melalui pendampingan HIPMIKINDO.

Acara terakhir ditutup dengan pendaftaran UMKM untuk mendapatkan pendampingan oleh pendamping UMKM Lembaga HIPMIKINDO, Lembaga yang memiliki anggota yang sudah mengikuti uji kompetensi BNSP di HIPMIKINDO. Terlihat antusiasme peserta berdiskusi dengan pendamping UMKM untuk berbagai permasalahan perizinan sertifikat dan legalitas antara lain halal, PIRT, MD, ML akses pemasaran dan perbankan, semua dilakukan gratis tanpa biaya yang dibebankan pada UMKM.