Bermula dari beban hidup masyarakat terutama anak-anak dan remaja sangat berat lantaran semakin sempitnya ruang untuk bergerak, bermain dan menyampaikan asprisiasi, para remaja tersebut tergoda untuk selalu eksis dengan nongkrong dibibir bibir gang saling menunjukkan kehebatan kelompok, masing-masing kelompok begitu mudah tersulut emosi dan menjadi pemicu pertengkaran antar geng sering kali berujung tawuran berkepanjangan.

Hasil Badan Pusat Stastik (BPS) terdapat 12 lokasi kumuh di empat kelurahan di Kecamatan Johat Baru, yang sudah mengakar bertahun2 tingginya peredaran Narkoba, Johar Baru termasuk salah salah pusaran peredaran Narkoba tertinggi di tanah air. Tingginya angka pengedar narkoba juga pengaruh dari kesulitan ekonomi karena sulitnya mereka mendapat pekerjaan. Johar baru yang juga sering disebut kampung narkoba serta tawuran warga yang sering terjadi bisa dalam satu hari kadang-kadang mencapai 3 kali, menurut kisah beberapa warga yang menyampaikan keluhannya.
Dampak padatnya jumlah penduduk dan sempitnya ruang gerak mempengaruhi prilaku dan gaya hidup masyarakat terutama diperkotaan, kondisi udara kurang yang sehat akibat berbagai polusi termasuk kepadatan rumah membuat pemuda/remaja dan anak tidak betah berlama-lama di dalam rumah yang kuang nyaman dan sering kali sirkulasi udarapun kurang layak, akhirnya mereka mencari alternatif, tempat yang lebih nyaman menurut ukurun mereka seperti pinggir jalan, taman atau ruang terbuka lainnya.

DPP HIPMIKINDO melakukan Pelatihan, Bimtek, advokasi dan pendapingan untuk pemberdayaan ekonomi dan ketahanan keluarga bagi warga kampung Rawa, Johar Baru, adapun kegiatan tersebut bersinerji dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai Inisiator dan memberikan fasilitasi, Kementerian Koperasi dan UKM, Dinas Koperasi Provinsi DKI yang memberikan pelatihan cara dasar-dasar manajemen koperasi dan Dinas Kebersihan yang memberikan peraktek langsung cara mengelola sampah bernilai ekonomis kegiatan ini juga melibatkan Badan Narkoba Nasional (BNN) yang memberikan rekomendasi binaanya.

Adapaun rangkaian kegiatannya adalah atas dasar rekomendasi BNN untuk membantu lingkungan termasuk daerah dalam pantauan merah BNN karena tingginya pengguna narkoba, paras peserta diberikan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) mengenai dasar-dasar manajemen koperasi, kemudian bagi pemuda-pemudi mereka mengikuti diklat dijital online dan bagi para orang tua diberikan peraktek pembuatan pupuk sampah untu ditanami jahe merah yang hasil panennya dijual ke perusahaan dengan merek Jamu Bejo.

Program kegiatan yang bukan saja untuk pemberdayaa ekonomi tetapi juga bersinerji dengan program kegiatan KPPPA yaitu Program Sinerji Three End (3END), Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, Akhiri perdagangan orang dan Akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan, dihadiri oleh 100 warga Johar Baru, dengan tema Usaha Meningkatkan Keluarga Mandiri Sejahtera & Hidup Sehat Bebas Narkoba untuk Ketahanan Keluarga dengan Berkoperasi dan Menjadikan Sampah Bernilai Ekonomis.

Selain memberikan diklat dan adviokasi DPP HIPMIKINDO juga memberikan sumbangan kepada RPTRA Johar baru, 30 meja belajar utk paud. Perlengkapan karete utk remaja juga mendirikan koperasi yang perizinannya diberikan akan dibantu penuh oleh Kemenkop, serta pendampingan, Konsultasi Koperasi dan Kewirausahaan yang berkelanjutan diberikan oleh Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *